Klasifikasi Dalang
Apabila di lihat secara seksama unsur-unsur di atas, jelas tidak mungkin seluruhnya dimiliki oleh para dalang, tetapi mungkin masing-masing dalang mempunyai keahlian yang berbeda-beda pula. Berdasarkan kecenderungan di atas, dalang dapat dibagi dalam pengelompokan yaitu Dalang Jati, Dalang Purba, Dalang Wasesa, Dalang Guna, Dalang Wikalpa. Dalang Jati adalah dalang yang menitik beratkan garapannya kepada berbagai cerita yang dapat dipakai sebagai tauladan bagi masyarakat. Dalang Purba adalah dalang sebagai penuntun dan pemberi wejangan pada masyarakat tentang hidup dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat dengan menilai lakon-lakon yang digarapnya.
Dalang Wasesa adalah dalang yang dapat menguasai dan mengenal medan yang diinginkan penonton dalam membawakan lakonnya. Dalang Guna adalah seorang dalang yang mementingkan jalinan ceritanya, yang sesuai dengan aturan seni pedalangan. Dalang Wikalpa adalah dalang yang menyampaikan ilmu pengetahuan tentang keduniawian, sedangkan ceritanya masih berpegang
teguh pada pakem pedalangan.
teguh pada pakem pedalangan.
Berdasarkan ketrampilan dan kepandaiannya mendalang, dalang dapat dikelompokkan menjadi tiga. Tiga kelompok tersebut yaitu Dalang Utama, Dalang Madya, Dalang Purana. Dalang Utama adalah dalang yang dalam pengalaman garapannya sudah sampai pada puncak garapan dan serba dapat. Dalang Madya adalah dalang yang berada dalam pertengahan kepandaian garapan. Dalang Purana adalah dalang yang berada dalam tahap belajar.
Dari tiga golongan yang besar tersebut dapat diperinci menjadi lima golongan, yaitu Dalang Banyol, Dalang Sabet, Dalang Antawacana, Dalang Suluk, Dalang Pakem. Dalang Banyol adalah dalang yang berkepandaian lebih di dalam membanyol atau mengkreasi lawakan para panakawan atau pada tokoh-tokoh tertentu. Dalang Sabet adalah dalang yang pandai memainkan wayang, menarikan wayang dan memerankan wayang dengan gerakan-gerakan yang terampil dan cekatan sehingga seolah- olah hidup. Dalang Antawacana adalah dalang yang pandai bercerita, kaya perbendaraan kata termasuk penerapan suara tiap-tiap wayang. Dalang Suluk adalah dalang yang pandai dalam membawakan suluk atau kakawin lainya serta bersuara pleng (senada dengan laras gamelan )seperti: sendhon, ada-ada atau bendhengan. Dalang Pakem adalah dalang yang berpegang teguh pada cerita-cerita pakem yang telah digariskan dalam buku pakem pedalangan.